
MTProto 2.0
Semua pesan Telegram dienkripsi dengan MTProto 2.0. Untuk obrolan cloud, kunci dipegang server; untuk Obrolan Rahasia, kunci hanya ada di kedua perangkat.
Halaman ini merangkum langkah-langkah praktis untuk menjaga akun Telegram tetap aman: dari lapisan enkripsi, verifikasi dua langkah, hingga cara mengenali serangan sosial yang paling sering menyasar pengguna Indonesia.

Empat Lapis Perlindungan
Telegram melindungi akun Anda dengan beberapa lapis pertahanan. Aktifkan seluruhnya agar akun tetap aman meskipun salah satu lapis terganggu.

Semua pesan Telegram dienkripsi dengan MTProto 2.0. Untuk obrolan cloud, kunci dipegang server; untuk Obrolan Rahasia, kunci hanya ada di kedua perangkat.

Tambahkan kata sandi selain kode SMS. Setiap login di perangkat baru membutuhkan kata sandi ini, sehingga OTP saja tidak cukup untuk membobol akun.

Kunci aplikasi Telegram dengan sidik jari, Face ID, atau PIN. Sangat berguna jika perangkat sering dipinjam anggota keluarga.

Enkripsi end-to-end antar dua perangkat, dengan pesan penghancur diri dan larangan meneruskan atau menangkap layar.
Daftar Periksa
Setelah instalasi selesai, luangkan lima menit untuk melakukan enam pengaturan berikut. Semuanya sederhana dan menghemat banyak waktu pemulihan jika terjadi masalah.

Pengaturan → Privasi & Keamanan → Verifikasi Dua Langkah. Setel kata sandi kuat, isi petunjuk, lalu tambahkan email pemulihan yang aktif.
Pilih PIN atau sidik jari untuk membuka aplikasi. Jangan gunakan tanggal lahir atau nomor HP sebagai PIN.
Pada layar kunci, sembunyikan konten pesan. Notifikasi hanya menampilkan Notifikasi Baru tanpa isi pesan.
Pengaturan → Perangkat. Beri nama sesi tepercaya dan hapus perangkat asing. Aktifkan auto logout untuk sesi tidak aktif.
Pengaturan → Privasi → Nomor Telepon. Setel ke Kontak Saya atau Tidak Ada, lalu buat @username untuk berbagi profil.
Jangan pernah memasukkan kode SMS ke pihak lain, bahkan yang mengaku admin. Telegram tidak akan pernah meminta kode Anda.
Ancaman Umum
Sebagian besar akun yang dibajak bukan karena kelemahan Telegram, melainkan karena rekayasa sosial. Pahami polanya agar Anda tidak menjadi korban.

Pelaku menukar kartu SIM Anda ke perangkat mereka untuk menerima kode OTP. Verifikasi dua langkah mencegah masuknya login walau OTP jatuh.

Bot palsu meniru layanan resmi dan meminta Anda menekan tombol untuk login. Selalu cek @username resmi, jangan menekan tombol asing.

Setelah memakai Telegram Web di komputer bersama, tutup sesi dari menu Perangkat di HP Anda agar tidak ada yang bisa membaca chat.
Pengaturan Privasi Granular
Telegram menyediakan pengaturan privasi lebih rinci dibanding banyak aplikasi lain. Berikut enam pengaturan yang paling berpengaruh terhadap keamanan sehari-hari.
Nomor telepon
Sembunyikan dari orang asing atau semua orang. Bagikan lewat @username.
Foto profil
Batasi tampil hanya untuk kontak atau siapa pun sesuai kebutuhan.
Terakhir dilihat
Tampilkan hanya untuk kontak agar orang asing tidak melacak aktivitas Anda.
Panggilan masuk
Batasi siapa yang bisa menelepon Anda: semua orang, kontak, atau tidak ada.
Diundang ke grup
Cegah orang asing menambahkan Anda ke grup mencurigakan.
Meneruskan pesan
Cegah pesan Anda diteruskan dengan tautan nama Anda.

Pertanyaan Keamanan
Pesan reguler dienkripsi antara perangkat Anda dan server Telegram (client-server), bukan end-to-end. Untuk end-to-end penuh, gunakan Obrolan Rahasia.
Gunakan email pemulihan yang Anda daftarkan. Jika email tidak ada, akun dapat direset dengan menunggu periode tunggu 7 hari (semua data akan hilang).
Telegram menyatakan tidak pernah menyerahkan data pengguna ke pihak ketiga. Kebijakan lengkap tersedia di telegram.org/privacy.
Buka profil pengguna atau kanal, ketuk menu, pilih Laporkan, dan pilih alasan. Tim keamanan Telegram akan meninjau laporan Anda.